Definisi Marbling

Richard J. Wolf dalam bukunya yang berjudul "Marbled Paper: it’s history, technical, and patterns" mendefinisikan teknik marbling menjadi dua, yaitu pertama marbling adalah seni dengan efek dan pola khusus yang dihasilkan dari warna yang mengapung di atas air atau cairan, dengan menggunakan beberapa persiapan alat dan bahan, kemudian membentuk warna yang mengapung menjadi motif tertentu dan kemudian dipindahkan pada selembar kertas dengan meletakkan kertas tersebut diatas permukaan air yang telah diberi warna. Kedua, definisi marbling secara sederhana, yaitu membuat motif dari warna yang mengapung di atas air atau cairan dengan meletakkan selembar kertas pada permukaan cat yang terapung kemudian memindahkannya.

Teknik marbling adalah cara yang digunakan untuk membentuk motif dari pewarna yang mengambang di atas air (Prastikowati & Yuliarni, 2021). Marbling juga disebutkan sebagai teknik membuat motif desain dengan warna yang dipercikkan pada larutan berair (Cil et al, 2014). Ichsanti & Russanti (2018) juga menjelaskan bahwa marbling adalah teknik yang digunakan untuk menghias kertas atau kain dengan cara memainkan cat yang mengapung diatas air atua cairan kental.

Berdasarkan penjelasan definisi marbling tersebut dapat disimpulkan bahwa, marbling merupakan teknik pembuatan motif dengan prinsip pewarna harus mampu mengambang di atas air atau cairan yang dibuat mengental. Motif dari marbling didapatkan dari memainkan pewarna yang mengambang tersebut menggunakan alat dan membentuk pola dan motif tertentu.


Referensi:

  • Çil, E., Çelik, K., Maçın, T., Demirbaş, G., & Gökçimen, Ö. (2014). Enhancing Science Teaching through Performing Marbling Art Using Basic Solutions and Base Indicators. Science Activities: Classroom Projects and Curriculum Ideas, 51(4), 136–145. https://doi.org/10.1080/00368121.2014.943151
  • Hendrawan, A., & Putri, K. R. S. (2016). The Potential Value of Marbling Technique. Bandung Creative Movement (BCM), 3(1), 446–451. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/bcm/article/view/5735
  • Ichsanti, S., & Russanti, I. (2018). Pengaruh Perbandingan Volume Cat Akrilik dan Air Terhadap Hasil Jadi Marbling pada Bahan Duchesse. Jurnal Tata Busana, 07(02), 120–124.
  • Prastikowati, H., & Yuliarni. (2021). Penerapan Teknik Marbling untuk Perancangan Motif Tekstil Pakaian. Artchive (Indonesian Journal of Visual Art and Design), 3(1), 40–48. https://doi.org/ DOI: https://dx.doi.org/10.53666/artchive.v3i1.2599


Previous 1 2 3 Next


Konsep

Penggunaan pewarna alam pada teknik marbling yang diterapkan pada tekstil merupakan inovasi yang diwujudkan melalui adaptasi material marbling. Pewarna alam yang digunakan pada inovasi ini adalah kunyit, secang, tingi, bunga telang, kulit pohom mahoni, daun suji, ubi ungu, sabut kelapa, dan kulit manggis yang diterapkan pada kain dari serat alam yaitu kanvas dan mori primissima.

Read More

YOU MAY ALSO LIKE


Want to learn more?

If you have any questions about marbling or you need more information feel free to contact us.

fadilahrahmadani.2021@student.uny.ac.id